RESPON TERHADAP MURKA ALLAH MENURUT ROMA 1-3

Authors

  • marmi srihartati STT Presbyterian Indonesia

Keywords:

Murka Allah, orge Theou, Roma 1-3,Dosa, Pembenaran, Iman, Dosa

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk menemukan respon yang alkitabiah terhadap murka Allah sebagai dasar pembenaran karena iman . Gagasan utama tentang murka Allah dan Respon yang alkitabiah sebagai dasar pembenaran karena iman. seringkali dihindari dalam pemberitaan gereja masa kini yang lebih menekankan kasih Allah. Rasul Paulus menjadikan murka Allah sebagai fondasi penting untuk memahami Injil. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka eksegesis-bibliologis terhadap teks Roma 1:18-32,2:1-16, dan 3:9-20. Kata kunci Apokalyptetai (dinyatakan) dalam Roma 1:18 menunjukkan murka Allah bukan emosi yang meledak ledak, melainkan tindakan keadilan Allah yang sedang dan terus dinyatakan terhadap segala kefasikan manusia. Hasil penelitian menemukan tiga respon yang salah terhadap murka yang dijelaskan Paulus: Pertama, Respon penyembahan berhala (Roma 1:21-23), manusia yang menukar kemuliaan Allah dengan berhala. Kedua,respon munafik dan menghakimi (Roma 2:1-4), yaitu orang Yahudi dan moralis yang merasa kebal dari murka karena memiliki Hukum Toaurat. Jawaban Ketiga menyangkal total (Roma 3:9-20),dimana baik Yahudi maupun Yunani berada di bawah kuasa dosa. Penelitian ini berargumentasi bahwa satu satunya respon yang benar terhadap murka Allah bukanlah usaha moral atau ketaatan hukum, melainkan pembenaran oleh iman (dikaiosyne theou) melalui Kristus dalam Roma 3;21-31. Penelitian terdahulu seperti Moo (1996) dan Schreiner telah mengkaji murka Allah (Orge Theou) dala Roma 1-3 secara eksegesis-teologis. Namum kajian tersebut masih bersifat Universal dan belum mengkontekstualisasikan respon terhadap murka Allah dalam realitas pluralis, hidonisme dan krisis moral jemaat perkotaan . Kebaruan penelitian ini Mengeser focus bukan sekedar eksegesis terhadap murka Allah menjadi respon pastoral terhadap manifestasi murka Allah 1:18-32 (Homoseksual, penyembahan berhala dalam konteks Jakarta. Tanpa pemahaman yang benar tentang murka, kasih karunia menjadi murahan. Implikasi penelitian ini bagi STT Presbyterian Indonesia adalah pentingnya keseimbngan pemberitaan antara kekudusan dan kasih Allah dalam homelitka dan pendidikan.

References

1. Henty C. Thiessen.Teologia Sistimatika.Gandum Mas.Jawa Timur.2010

2. W.E. Vine’s. Vine’s Expository Dictionary Of Olg dan New Testament Word. Fleming H Revell Company.USA

3. Dave Hagelberg.Tafsiran Roma Dari Bahasa Yunani. Bandung .Kalam Hidup.

4. Louis Berkhof.Teologia Sistimarika.Surabaya.Momentum 2013

5. Dodd, C H . The Epistle Of Paul to The Romans. London: Hodder & Stoughton,1932

6. Moo.Douglas J.Epistle to The Romans (NICNT),Grand Rapids : Eedmans, 1996

7. Morris,Leon. The Apostolic Preaching Of The Cross. Grand Rapids: Eerdmans,1965

8. Stott,John RW. The cross of Christ. Illinois: IVP,1986

9. Scchreiner,Thomas R. Romas (BECNT).Grand Rapids : Baker Academic,1998

10. Kruse,Colin G. Paul”s Letter to The Romans.Pillar Commentary.

11. Ladd,George Eldon.A Theologi Of the New Testament.

Downloads

Published

29-10-2026

How to Cite

srihartati, marmi. (2026). RESPON TERHADAP MURKA ALLAH MENURUT ROMA 1-3. POIEMA: Jurnal Teologi Dan Misi, 3(2), 80–92. Retrieved from https://jurnal.stt-presbyterian.ac.id/index.php/poiema/article/view/70